Bagi member atau pengunjung setia Fanfiction.net (FFN) mungkin tidak asing lagi dengan kata Yaoi, Yuuri dan sebagainya, terutama kalau anda adalah penggemar anime. FFN sendiri adalah situs yang bertujuan untuk memberi ruang bagi siapa saja yang ingin melepaskan hasrat akan tokoh film, komik ataupun novel favorit, anda boleh menulis atau membuat cerita tentang para tokoh favorit anda dengan cara anda sendiri. FFN mempunyai moto ‘Unleash your imagination’, anda bebas menuangkan segala imajinasi anda tentang tokoh favorit anda, tidak ada batasan sama sekali.
Namun yang membuat saya agak miris, belakangan para Author di FFN Indonesia tidak segan-segan membuat fanfic yang bertemakan Yaoi yaitu genre cerita bertemakan tentang Gay, bahkan malah semakin menjadi tren dan semakin banyak pula bermunculan fanfic bertema Yaoi. Memang tidak ada larangan dari FFN sendiri, namanya saja ‘Unleash your imagination’, hanya saja ini menggelitik hati nurani saya.
Pengunjung situs ini tak hanya remaja dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak, seringkali saya jumpai fanfic bergenre remaja yang bertemakan tentang Yaoi yang bisa langsung dibaca siapa saja yang membukanya. Tetapi yang menjadi masalah adalah anggapan kita, semakin sesuatu menjadi sebuah tren, masyarakat akan menganggap tren menjadi suatu hal yang wajar atau malah dibenarkan. Seperti halnya satu pendapat kecil dari satu tokoh besar menjadi populer, biasanya akan diadaptasi oleh masyarakat. Padahal pendapat itu belum tentu benar.
Begitu juga tentang Yaoi, sebagian besar fanfic Yaoi yang saya temui, hanya berisi kisah tentang dua orang laki-laki yang menjalin cinta dan sebagainya, tidak ada pesan khusus ataupun nasehat yang menginspirasi. Tentu bukan hal yang baik bila kita terus-menerus melihat atau membaca kisah-kisah semacam itu, lama-kelamaan kita akan menganggap kalau Gay itu sesuatu yang wajar dan sudah biasa. Dan orang yang melakukannya akan dianggap normal-normal saja, dan sesuatu yang sudah dianggap normal itu akan sah-sah saja bila kita lakukan.
Apalagi anak-anak yang cenderung mencoba segala hal baru, bukan tidak mungkin mereka akan meniru apa yang dilakukan oleh tokoh kesayangannya, tokoh yang digambarkan sebagai seorang Gay. Bagaimanapun perilaku Gay tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya penyimpangan perilaku seksual semacam ini dilarang di agama apapun. Kodrat manusia adalah hidup secara berpasangan, namun bukan untuk berpasangan dengan sesama jenis.
Dan cerita-cerita bertema Yaoi ini hanya sebuah perantara atau media ‘promosi’ guna perusakan moral di kalangan anak muda dan remaja. Memanfaatkan sifat dasar para remaja yang gemar mencoba sesuatu yang baru, menciptakan tren di berbagai bidang yang disukai remaja. Meskipun hanya sebatas hiburan, toh mau tak mau fic semacam ini tetap saja berbahaya. Suatu tren biasanya akan dianggap benar dan wajar, sesuatu yang sudah dianggap wajar itulah yang berbahaya, sadar atau tidak, moral dan budaya bangsa ini hampir terkikis habis.


salam kenal balik, nee-chan..
BalasHapuswah.. aku juga miris nih liatnyaa. mau baca tapi bertolak dengan hati nurani. hukz!
yang penting kita nggak terpengaruh yg jelek ajaa.
yang bagus diambil. yupz!
cerita mu membuat mengingatkan teman2ku... bukannya aku termasuk anti yaoi-yuri dan bukan munafik... tapi enjoy aja...sama2 penyuka gambar dan cerita kaya gituan bukan berarti gw mendukung pernikahan sesama krn gw juga sama rasa bertolak dgn hati nurani, suatu sifat yang tidak boleh tapi dicari orang....u/ menghilangkan penat atau hobby tergantung masing2 manusia maka itu aku setuju ama yg comment diatas...wekekekek....(met' kenal)
BalasHapusYoa.. kalo menurut kamu itu relative ya aq gak bisa maksain pendapatku donk, yoo nyantai aja Hana *sok akrab: mode on* kalo kata orang yang punya paham relativisme itu semua hal itu relatif -tergantung penilaian masing2- termasuk paham itu sendiri *ditabok karena nglantur!* haha.. lam kenal, mampir lagi ya.. ^0^
BalasHapusSebenernya gpp, cmn yg jadi masalah itu org" bkl nganggap itu hal yg biasa termasuk ceue ku:( huu huu
BalasHapus